5 Tips Detoks Usus dengan Real Food agar Pencernaan Lebih Sehat

Table of Contents
ilustrasi menyentuh perut yang sedang sakit
ilustrasi menyentuh perut yang sedang sakit (pexels.com/a Polina Tankilevitch)
Usus merupakan salah satu organ pencernaan yang berperan penting dalam proses penyerapan makanan di dalam tubuh. Usus terbagi menjadi dua jenis, yaitu usus halus dan usus besar. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, usus halus berperan dalam proses penyerapan makanan, sedangkan usus besar berperan dalam pembuangan sisa makanan. Sebelum itu, usus besar juga menyerap kembali nutrisi yang masih dibutuhkan oleh tubuh kamu sebelum melakukan pembuangan.

Usus yang sehat akan berpengaruh pada penyerapan nutrisi makanan. Oleh karena itu, diperlukan detoks atau pembersihan, agar usus dapat bekerja dengan maksimal. Makanan yang kamu konsumsi, akan berpengaruh besar terhadap kesehatan usus. Oleh karena itu, untuk memperoleh usus yang sehat kamu juga harus memberikan asupan yang sehat juga untuk tubuh. Berikut ini 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk detoks usus, hanya dengan real food, lho. Keep scrolling.

1. Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat

ilustrasi kacang (pexels.com/Joel Camelot)
Serat merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kamu untuk menjaga sistem kekebalan dan juga keseimbangan bakteri baik di usus. Kebutuhan serat setiap orang akan berbeda-beda, sesuai dengan usia dan jenis kelamin. Umumnya orang dewasa membutuhkan 29-37 gram serat setiap harinya. 

Kamu bisa banyak mengkonsumsi buah dan sayuran untuk mencukupi kebutuhan serat setiap harinya. Serat juga bisa memperlancar dalam proses buang air besar dan menghindari sembelit. Kamu bisa mengkonsumsi bayam, brokoli, wortel, pisang, ubi jalar, dan lain sebagainya. 

2. Minum air putih yang cukup, minimal 8 gelas/hari

ilustrasi minum air putih (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
Air putih merupakan hal penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan cairan, air putih juga bermanfaat untuk proses detoksifikasi atau pelepasan racun dari dalam tubuh melalui keringat atau urine. Proses pelepasan racun tentu saja tidak akan terjadi, apabila tubuh kamu mengalami kekurangan cairan.

Oleh karena itu, kamu bisa mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas/hari atau menyesuaikan kebutuhan. Karena kebutuhan air putih untuk setiap tubuh pasti berbeda-beda. Air putih juga bisa menjaga kesehatan ginjal kamu, karena proses pembuatan cairan dikerjakan oleh ginjal. 

3. Mengkonsumsi makanan yang mengandung prebiotik

ilustrasi memakan buah (pexels.com/ Nathan Cowley)
Prebiotik merupakan makanan yang dapat membantu proses pertumbuhan bakteri baik (probiotik) di dalam usus. Prebiotik dapat mencegah terjadinya sembelit, sehingga nutrisi yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh kamu dapat dikeluarkan secara maksimal. Selain itu, prebiotik juga dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan kamu sehingga dapat melakukan buang air besar secara teratur.

Makanan yang banyak mengandung prebiotik umumnya terdapat pada buah dan sayur. Contohnya seperti sayuran berwarna hijau, chia seeds, rumput laut, kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Prebiotik juga sudah tersedia dalam bentuk suplemen, tetapi alangkah baiknya kamu mengkonsumsi secara langsung dari buah dan sayur. 

4. Menghindari konsumsi ultra process food

ilustrasi makan dan minum (pexels.com/cottonbro studio)
Ultra Process Food merupakan makanan yang telah mengalami berbagai macam tahapan dalam pengolahannya. Penelitian yang telah dilakukan di Kohort mengungkapkan bahwa Ultra Process Food dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai macam penyakit degeneratif. Hal tersebut disebabkan oleh tidak seimbangnya nutrisi yang terdapat di dalam makanan olahan tersebut.

Sebagian besar dari produk Ultra Process Food memiliki kandungan serat yang rendah, padat energi, tinggi lemak, gula, dan garam. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menghindarinya agar proses penyerapan di usus dapat berjalan dengan maksimal. Kamu bisa menggantinya dengan banyak mengkonsumsi buah dan sayur. 

5. Mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan

 ilustrasi buah stroberi (pexels.com/Anete Lusina)
Antioksidan merupakan zat yang berperan dalam penangkalan radikal bebas yang terjadi di dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, oleh karena itu kamu perlu menangkalnya.

Kandungan antioksidan dapat kamu temukan di berbagai macam buah dan sayur. Salah satu jenis buah yang kaya akan antioksidan yaitu buah beri. Kamu bisa banyak mengkonsumsi stroberi, blueberry, raspberry, blackberry, dan lain sebagainya. Selain itu, air kelapa dan air lemon juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

Usus dan pencernaan yang sehat berasal dari makanan yang sehat, bukan dari makanan yang telah mengalami berbagai macam olahan dan kandungan kimia yang berlebih. Usus dan pencernaan yang sehat juga akan berpengaruh pada tubuh yang sehat, karena usus merupakan tempat penyerapan nutrisi untuk tubuh. Sudah saatnya kamu peduli dengan kesehatan tubuh kamu sendiri, dimulai dari apa yang kamu konsumsi. Salam sehat! 

***

Tentang Penulis

Winda Afrida merupakan seorang lulusan sarjana yang akhir-akhir di salah satu Universitas yang ada di Jawa Timur. Sejak kecil dia suka membaca dan mulai terjun di dunia kepenulisan sejak tahun 2023. Awalnya menulis cerita bersambung di Wattpad dan KBM App pada tahun 2022, kemudian mulai belajar untuk menulis artikel pada akhir tahun 2023. Sapa lebih dekat melalui akun instagramnya @coretanwindaa atau @windfrid_ dan juga akun wattpad dan tiktoknya @coretanwindaa
Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

Posting Komentar