[PUISI] Di Antara Hujan dan Rindu Tanpa Temu
Table of Contents
![]() |
| ilustrasi sebuah bunga dan kado (pexels.com/Atlantic Ambience) |
Menjelma gumpalan kesedihan
Yang jatuh menjadi rintik air mata
Berserakan dalam kubang kenangan
Tiap rinainya mengandung pilu
Memercik tetes demi tetes menusuk kalbu
Menghanyutkan puing-puing kerinduan
Yang tak sempat diterbangkan angin
Harus bagaimana?
Payungku tak mampu menahan derasnya sesak dalam dada
Ke mana arus kepedihan ini akan bermuara?
Hanya kau yang tahu jawabnya
Batang, 22 Januari 2026
Puisi ini ditulis oleh: Veti K. M.
