[PUISI] Kamera Mata-Mataku di Kala Hujan

Table of Contents
kamera premium untuk mendokumentasikan hujan
ilustrasi kamera premium untuk mendokumentasikan hujan (pexels.com/Reve2k)
Ketika hujan telah tiba.

Manusia yang selalu kuingat adalah kamu. 

Yang tengah duduk sendiri di depan ruangan.

Sembari mengamatiku bergentayangan.


Kala itu, wajahmu tegang seolah sedang merumuskan banyak pertanyaan.

Melihatku mengiup di tempat tak berteduh. 

Berlari kesana-kemari berhamburan.

Dan berharap dengan was-was takut berbasah kuyup.


Aku masih merekap peristiwa itu begitu jelas.

Dan kamu, satu-satunya manusia yang tau kegilaanku. 

Manusia kamera mata-mata.

Yang membuatku gugup sekaligus bahagia. 


Sejak saat itu, hujan dan kamu adalah memori termanis untukku.

Walaupun sekali, peristiwa itu tersimpan dalam kenangan.

Ketika aku sedang rindu.

Sekaligus ketika aku menengadah di bawah curahan hujan.


Kudus, 21 Januari 2026

Puisi ini ditulis oleh: Agnia Fadillah Rahmadini 

Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

2 komentar

Silakan menuliskan komentar dengan rapi dan sopan!
Comment Author Avatar
Anonim
Rabu, 28 Januari, 2026 Delete
buat siapa nih? ga asing perasaan
Comment Author Avatar
Anonim
Rabu, 28 Januari, 2026 Delete
hujan dan kenangan ❤️‍🩹