[PUISI] Sais Waktu
Table of Contents
![]() |
| ilustrasi jam estetik (pexels.com/Alexas Fotos) |
Merampasku kembali, laksana Sais Waktu
Ke masa, di mana semua pribumi berpakaian kumuh
Lari kocar-kacir dengan tentengan senjata lusuh
Gundukan tanah nan cokelat menguar basah, semakin menyesakkan dada ini
Tatkala mengingat teman patriot yang kukubur bersama belati
Suara guntur dari jauh bagai dentuman bom masa lalu
Akhirnya, kuletakkan bunga cempaka putih tepat di pusara itu
Rerintik gerimis enggan menemaniku lagi meninggalkanku dengan hujan di pelupuk ini
Aroma tanah sehabis hujan kini yang datang menemani
Di dekapannya, Sais Waktu membawa belati itu
Kini aku tahu, sekarang sudah giliranku...
Yogyakarta, 24 Januari 2026
Puisi ini ditulis oleh: Fadlian Sabila

Posting Komentar