[PUISI] Sayu yang Tak Lekas Pamit
Table of Contents
![]() |
| ilustrasi perempuan sedang bersedih (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com by) |
Bersama berat yang kupikul, hujan datang dengan gemuruh
Hingga kini, tak mampu kutahan semua sembilu
Untuk kesekian kali, aku jatuh bersimpuh
Pekat ketemukan dalam diriku
Nyanyian hujan semakin deras nan berdengung
Aku masih setia dengan netra sembabku
Dan hujan ternyata menyamarkan isakku
Hendak kulepas dekapan sendu
Tapi nyatanya sayu tak lekas beringsut
Kini aku duduk meringkuk
Beserta dekap tubuh yang kian dingin tak ada peluk
Diam-diam kubisikkan kalimat asa
Berharap fajar kan datang menyingsing menyapa
Bersama secercah cahaya
Kucoba berdiri, terseok, meski untuk kesekian kalinya
Sidoarjo, 22 Januari 2026
Puisi ini ditulis oleh: Zoya Wirza
