[PUISI] Sepi dan Hujan

Table of Contents
buku diary
ilustrasi seseorang sedang menulis di kala hujan dan kesepian

Deras membasuh gersang

Aroma basah menyeruak membasuh jiwa

Diriku lunglai, terbasahi tetes air

Mata ini mengerjap, menghapus embun-embun kesedihan


Gelap menutup biru langit

Seorang diri berteduh, merenungi nasib

Berbekal payung hitam

Berlari meninggalkan tempat teduh itu


Rumah ini sepi

Sepintas seperti kotak hampa

Pilu-pilu getir memenuhinya

Raga tak berdaya ini sasarannya


Tertinju perasaan buruk

Terselimuti duka menganga

Hidup ini masih harus berjalan

Walau seorang tanpa ada keluarga


Jatinangor, 24 Januari 2026

Puisi ini ditulis oleh: Lusiana Ariska

Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

1 komentar

Silakan menuliskan komentar dengan rapi dan sopan!
Comment Author Avatar
Anonim
Selasa, 27 Januari, 2026 Delete
❤️❤️