[PUISI] Sepi dan Hujan
Table of Contents
![]() |
| ilustrasi seseorang sedang menulis di kala hujan dan kesepian |
Aroma basah menyeruak membasuh jiwa
Diriku lunglai, terbasahi tetes air
Mata ini mengerjap, menghapus embun-embun kesedihan
Gelap menutup biru langit
Seorang diri berteduh, merenungi nasib
Berbekal payung hitam
Berlari meninggalkan tempat teduh itu
Rumah ini sepi
Sepintas seperti kotak hampa
Pilu-pilu getir memenuhinya
Raga tak berdaya ini sasarannya
Tertinju perasaan buruk
Terselimuti duka menganga
Hidup ini masih harus berjalan
Walau seorang tanpa ada keluarga
Jatinangor, 24 Januari 2026
Puisi ini ditulis oleh: Lusiana Ariska
