5 Tips Penting agar Kegiatan KKN Berjalan Lancar dan Minim Masalah

Table of Contents
kumpulan mahasiswa sedang berdiskusi membahas persiapan KKN
ilustrasi mahasiswa sedang berdiskusi membahas persiapan KKN (pexels.com/Mikhail Nilov)
Bagi kamu yang sedang berkuliah, besar kemungkinan kamu akan merasakan pengalaman KKN (Kuliah Kerja Nyata). Kamu mungkin sudah pernah mendengar istilah kegiatan itu sebelumnya. Jika belum, singkatnya, KKN adalah kegiatan dimana kamu akan mengabdikan diri di sebuah daerah yang masih dalam tahap berkembang.

Pengalaman ini tentunya akan sangat berharga karena kamu akan belajar sembari berusaha memberikan manfaat bagi daerah tersebut. Yang tidak kalah seru, momen ini bisa menjadi ajang dimana kamu memiliki bonding yang kuat dengan teman-teman baru. Namun, meski terdengar menyenangkan, kamu perlu tahu beberapa hal ini agar KKN-mu berjalan lancar dan minim masalah. Simak penjelasannya, ya!

1. Siapkan Niat untuk Mengabdi

seorang mahasiswa sedang melakukan pengabdian pada kegiatan kuliah kerja nyata
ilustrasi kegiatan gotong royong (pexels.com/Anna Shvets)
Ingat, KKN adalah kegiatan dimana kamu akan ditempatkan di suatu daerah untuk mengabdi di sana. Penting bagimu untuk menata niat sedari awal sehingga bisa fokus pada kebermanfaatan untuk masyarakat sekitar. Bukan berarti kamu tidak boleh menikmati setiap momen yang ada. 

Namun, niat yang benar akan membawamu pada tujuan yang benar. Dengan niat yang benar pula, kamu bisa berpikir jernih dan menepis distraksi yang mengganggu proses KKN-mu. Akan lebih baik jika kamu sudah memiliki ancang-ancang program kerja apa yang akan kamu jalankan bersama kelompokmu. Dengan begitu, kamu juga bisa memaksimalkan waktu yang ada dengan baik. 

2. Berperilaku Sopan dan Menaati Aturan Daerah 

sebuah pemandangan di pedesaan pada saat melakukan pengabdian
ilustrasi daerah dan keunikannya (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
“Di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung”. Pepatah itu sepertinya amat tepat untuk kamu terapkan selama KKN. Di manapun kamu berada, kamu harus menghargai budaya dan aturan yang ada di daerah tempat kamu mengabdi.

Hindari tindakan sarkas, merendahkan, atau juga perkataan kotor ketika KKN. Berbaurlah dengan masyarakat, namun dengan tetap bersikap sopan saat berinteraksi dengan mereka. Dengan melakukan hal tersebut, artinya kamu menghargai masyarakat dan daerah yang kamu tinggali untuk mengabdi. 

3. Rajin Berdiskusi dengan Perangkat Daerah

kegiatan berdiskusi dengan masyarakat desa
ilustrasi kegiatan masyarakat (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
Ingatlah bahwa program kerja yang hendak kamu kerjakan adalah untuk kebermanfaatan daerah. Kamu tentu perlu sering berdiskusi dengan perangkat daerah disana terkait kendala atau kebutuhan yang hendak direalisasikan. 

Kamu bisa menyampaikan ide yang kamu miliki atau juga menyampaikan keterbatasan yang kamu punya. Dengan begitu, komunikasi yang baik akan terjalin dan meminimalisir adanya miskomunikasi. Ini juga akan lebih memudahkan kamu untuk memiliki program kerja yang sesuai dan tepat sasaran.

4. Menerapkan Batasan antar Lawan Jenis

menjaga batasan dalam diskusi dan bergaul selama masa pengabdian kegiatan kuliah kerja nyata
ilustrasi kebersamaan (pexels.com/MART PRODUCTION)
Tidak bisa dipungkiri, selama KKN, kamu akan menghabiskan banyak waktu dengan rekan-rekanmu, termasuk lawan jenis. Meski terdengar sederhana dan kolot, poin ini sebenarnya cukup penting agar suasana KKN bisa terasa lebih sehat. Pertemanan yang baik tetap perlu dijalin. Namun, batasan tentu juga diperlukan di dalamnya.

Misalnya adanya aturan jam malam yang mana laki-laki dan perempuan sudah harus terpisah. Hal sederhana seperti ini bisa menjaga situasi lebih kondusif dan terhindar dari asumsi negatif masyarakat sekitar. Kamu juga bisa merasa lebih aman karena adanya ruang privasi tanpa adanya campur baur. 

5. Hindari Cinlok yang Merugikan Kelompok

kegiatan di lapangan saat pengabdian sebagai mahasiswa
ilustrasi berkegiatan (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Suasana KKN seringkali identik dengan cinlok (cinta lokasi). Meski bagi sebagian orang terasa indah dan menantang, sebenarnya hal ini bisa merugikan kelompok jika kamu tidak peduli situasi dan kondisi. Program kerja yang terbengkalai, interaksi romantis yang membuat temanmu tidak nyaman, dan juga pandangan masyarakat sekitar bisa terganggu jika kamu bersikap tak acuh. 

Ada baiknya hal ini dihindari meski terkadang jatuh hati tidak mengenal tempat dan waktu. Kamu bisa berusaha sebaik mungkin agar tujuan KKN-mu terlaksana dengan baik seperti rencana awal. Menghindari cinlok di KKN ini memang bukan hal mudah, tapi bisa kamu usahakan dengan cara menyibukkan diri untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu renungkan agar kegiatan KKN berjalan lancar. Pengalaman ini akan menjadi pengalaman baru yang bisa jadi membekas dalam ingatanmu. Lakukan tugas sebaik mungkin sembari menikmati suasana kebersamaan yang ada. Semoga kegiatan KKN-mu sukses dan bermanfaat!

***

Tentang Penulis

Ahmada Rahmadhani, seorang perempuan kelahiran Sidoarjo yang tertarik dalam dunia kepenulisan. Menulis baginya adalah salah satu ekspresi jiwa yang mampu mengurai pikiran yang penuh. Menulis, pendidikan, dan bahasa Inggris adalah beberapa hal yang berusaha ia tekuni akhir-akhir ini. Ia dapat dihubungi melalui emailnya, ahmadarahmadhani@gmail.com
Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

Posting Komentar