5 Strategi Mengajar Speaking Bahasa Inggris untuk Siswa Pemalu

Table of Contents
ilustrasi mengajar bahasa Inggris (pexels.com/Thirdman)
Mengajar keterampilan berbicara atau speaking bahasa Inggris bisa menjadi hal yang menantang, terlebih jika mengajar siswa yang pemalu. Speaking sebagai keterampilan aktif memerlukan keterlibatan siswa agar guru bisa memantau perkembangan skill peserta didik. 

Meski begitu, siswa yang pemalu mungkin cenderung tidak menunjukkan diri, meski bisa jadi mereka memiliki kemampuan untuk dikembangkan. Berikut adalah 5 hal yang bisa guru lakukan ketika mengajar skill speaking pada siswa. 

1. Beri Motivasi pada Siswa

ilustrasi memberikan motivasi pada siswa (pexels.com/Yan Krukau)
Meski terdengar sepele, memberi motivasi pada siswa bisa begitu bermanfaat. Motivasi layaknya sebuah bahan bakar yang meyakinkan siswa untuk melakukan tahapan yang guru berikan. Terkadang, siswa belum memiliki motivasi internal yang kuat untuk belajar speaking

Oleh karena itu, di sinilah peran guru diperlukan untuk memberikan motivasi eskternal. Motivasi tidak harus sesuatu yang terkesan luar biasa. Cukup yakinkan siswa seperti memaparkan manfaat jika bisa speaking bahasa Inggris dengan lancar. Hal tersebut bisa membantu siswa untuk tahu dan menguatkan tujuan mereka belajar.

2. Tekankan bahwa Membuat Kesalahan adalah Normal

ilustrasi siswa membuat kesalahan (pexels.com/Thirdman)
Satu hal yang mungkin sering dilewatkan guru adalah penekanan pada siswa bahwa membuat kesalahan dalam belajar adalah hal yang biasa. Ada baiknya, guru menyampaikan pada siswa bahwa membuat kesalahan adalah bagian dari belajar. Hal ini penting karena kemampuan speaking ibarat sebagai kemampuan untuk tampil di depan orang lain. 

Jika guru tidak meyakinkan siswa bahwa membuat kesalahan adalah hal yang normal, siswa bisa ragu dan takut membuat kesalahan. Alhasil, siswa enggan untuk mencoba berbicara. Meyakinkan siswa terkait membuat kesalahan akan menciptakan ruang aman bagi mereka sehingga tidak merasa dihakimi.

3. Bagi Siswa ke Kelompok Kecil

ilustrasi belajar dalam kelompok kecil (pexels.com/Karola G)
Membagi siswa ke kelompok kecil bisa menjadi ide yang cemerlang. Terkadang, ruang kelas yang besar bisa menambah tekanan pada diri siswa. Dengan membagi siswa ke kelompok kecil, perasaan tertekan akan berkurang dan siswa akan merasa lebih nyaman untuk melatih skill mereka. 

Meski pembagian ke kelompok kecil ini tidak harus dilakukan setiap saat, sesekali guru perlu melakukan hal ini. Ini juga akan menghindari siswa dari perasaan jenuh dan tuntutan untuk selalu perform di “panggung” yang besar. Secara bertahap, kepercayaan diri siswa juga bisa tumbuh melalui kelompok kecil.

4. Buat Aktivitas Bermain

ilustrasi belajar sambil bermain (pexels.com/cottonbro studio)
Banyak yang tidak menyadari bahwa bermain sambil belajar bahasa Inggris justru membawa segudang manfaat. Sesekali, belajar bahasa Inggris tidak harus dalam nuansa yang serius. Memberikan siswa kesempatan belajar sambil bermain bisa memberikan perasaan enjoy dalam berproses. 

Ciptakan aktivitas menarik misalnya seperti bermain ular tangga dengan kartu speaking, bermain peran, atau juga QnA singkat dengan teman sebangku bisa menjadi alternatif pilihan untuk kegiatan siswa. Hal seperti itu bisa menstimulasi siswa untuk belajar mengucapkan kata-kata bahasa Inggris tanpa merasa tertekan.

5. Apresiasi Keberanian Siswa

ilustrasi siswa yang berani aktif di kelas (pexels.com/Yan Krukau)
Hal terakhir yang perlu diingat adalah mengapresiasi setiap usaha dan keberanian siswa. Bukan hal yang mudah bagi siswa, terutama siswa pemalu untuk tampil berbicara. Maka, apresiasi yang tepat akan meningkatkan kemauan dan rasa semangat siswa dalam belajar.

Apresiasi tidak harus selalu diberikan pada capaian belajar yang berhasil, tapi juga usaha yang sudah mereka kerahkan. Ucapan seperti great, good job, excellent akan terasa bermanfaat dan menciptakan atmosfer belajar yang positif bagi siswa.

Itulah beberapa strategi untuk mengajar speaking bahasa Inggris utamanya pada siswa pemalu. Pada akhirnya, tak ada hasil yang didapatkan secara instan. Guru sebagai pihak yang menjembatani siswa untuk berkembang perlu mengetahui 5 hal di atas agar bisa menciptakan suasana belajar yang baik. Jadi, sebagai pengajar, kamu sudah menerapkan strategi yang mana saja atau bahkan belum sama sekali?

***

Tentang Penulis

Zoya Wirza, sebuah nama di balik seseorang yang tertarik pada dunia kepenulisan. Menulis adalah kegiatan yang ia usahakan di sela-sela waktunya. Selain itu, bahasa Inggris adalah hal yang ingin ia tekuni akhir-akhir ini. Ia bisa ditemukan di akun Instagram dan Wattpad @zoya_wirza

Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

Posting Komentar