10 Makanan dan Minuman di Indonesia yang Namanya Bikin Salah Paham

Table of Contents
makan bersama keluarga
ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/Firman Marek_Brew)
Kadang kita membeli makanan karena namanya terdengar familiar. Tapi setelah dicoba, ternyata rasanya, bentuknya, bahkan asal-usulnya tidak seperti yang kita bayangkan.

Berikut 10 makanan dan minuman yang sukses bikin kaget karena tidak sesuai ekspektasi awal. Ini merupakan adaptasi dari challenge di Komunitas Ufuk Literasi. Yuk, simak sampai akhir siapa tahu ada yang relate.

1. Nasi Kucing – Namanya Bikin Salah Paham

Makanan Khas Indonesia Nasi Kucing (masakapahariini.com)
Banyak orang yang pertama kali mendengar nama Nasi Kucing langsung berpikir ini ada hubungannya dengan daging kucing atau makanan khusus untuk kucing. Padahal sama sekali tidak ada kaitannya dengan itu.

Nama tersebut muncul karena porsinya sangat kecil, mirip porsi makan kucing. Biasanya nasi ini berisi sambal, ikan teri, atau tempe, dan populer dijual di angkringan terutama di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

2. Ayam Goreng Terasi Daun Jeruk by Kedai Salok – Terasinya Tidak Mendominasi

Ayam Goreng Terasi Daun Jeruk (dok.pribadi/Puspita Rahayu)
Banyak orang mengira ayam goreng terasi pasti beraroma menyengat dan terlalu kuat di lidah. Nyatanya, daun jeruk justru menyeimbangkan rasa sehingga lebih segar dan aromatik.

Tekstur ayamnya juga di luar dugaan karena tetap lembut dan juicy. Bumbunya meresap sampai ke dalam, bukan hanya terasa di bagian luar saja. Kamu kalau tertarik coba juga boleh banget berkunjung ke instagramnya Kedai Salok.

3. Bika Ambon – Bukan dari Ambon

Makanan Khas Indonesia Bika Ambon (idntimes.com
Namanya memang mengandung kata “Ambon”, tapi kue ini justru berasal dari Medan, Sumatera Utara. Banyak orang baru tahu fakta ini setelah mencari tahu sejarahnya.

Konon, nama Ambon diambil dari Jalan Ambon di Medan, bukan dari kota Ambon di Maluku. Teksturnya yang berongga dan kenyal juga jadi ciri khas yang tidak bisa disamakan dengan kue biasa. Kamu sudah tahu fakta ini sejak kapan hayo, coba juga deh kalau belum.

4. Coto Makassar – Bukan Sekadar Soto Versi Mini

Makanan Khas Indonesia Coto Makassar (kompas.com)
Sekilas terlihat seperti soto biasa. Tapi ketika mencicipi Coto Makassar, rasanya jauh lebih pekat dan kaya rempah.

Kuahnya menggunakan kacang tanah yang dihaluskan sehingga lebih kental dibanding soto pada umumnya. Disajikan dengan ketupat atau buras, rasanya makin khas dan berbeda. 

Nah, kalau kamu mengira ini soto versi porsi kecil, salah banget, haha. Cocok banget kalau kamu suka makanan berkuah, nih.

5. Pecel Lele Lamongan – Beda dengan Pecel Jawa Timur Lainnya

Makanan Khas Indonesia Pecel Lele (cookmeindonesian.com)
Banyak yang mengira semua pecel di Jawa Timur memakai bumbu kacang. Padahal pecel lele Lamongan justru berupa lele goreng dengan sambal tomat dan lalapan segar.

Perbedaannya cukup mencolok dibanding pecel Madiun atau Kediri. Jadi jangan kaget kalau yang datang bukan sayuran dengan siraman saus kacang.

6. Dendeng – Dari Pengawetan Daging Jadi Variasi Unik

Dendeng Belut (galamedia.pikiran-rakyat.com)
Awalnya dendeng dibuat di Sumatera sebagai cara mengawetkan daging sapi sebelum ada kulkas. Proses pengeringan ini membuat daging tahan lama dan tetap lezat saat dimasak ulang.

Menariknya, di beberapa daerah Jawa Barat, dendeng justru dibuat dari ikan seperti belut atau lele. Jadi bahan dasarnya bisa berbeda tergantung daerahnya.

7. Tempe Penyet – Ternyata Tidak “Penyet” Banget

Tempe Penyet (assets.pikiran-rakyat.com)
Ekspektasinya tempe akan benar-benar dihancurkan sampai gepeng total. Ternyata yang datang hanya tempe goreng biasa yang ditekan sedikit lalu diberi sambal.

Konsep “penyet” lebih ke cara penyajian dengan sambal diuleg bersama. Rasanya tetap enak, tapi tidak se-ekstrem yang dibayangkan dari namanya.

8. Bolu Emprit – Rasanya Tidak Seperti yang Dibayangkan

Bolu Emprit (cookpad.com)

Sekilas bentuknya kecil dan cantik seperti macaron. Ekspektasinya minimal seperti kue manis lembut yang familiar di lidah.

Namun bagi sebagian orang, rasanya justru terasa unik dan sedikit “laduk” dalam bahasa Jawa. Manisnya tipis tapi meninggalkan sensasi berbeda.

9. Pempek Kapal Selam – Bukan Kapal Selam Sungguhan

Pempek Kapal Selam (sumateraekspres.bacakoran.co)
Pertama kali mendengar namanya, pasti sempat terpikir bentuknya aneh atau besar sekali. Padahal Pempek kapal selam hanyalah pempek isi telur dengan ukuran lebih besar.

Asalnya dari Palembang dan dinamakan kapal selam karena telur di dalamnya tersembunyi seperti “menyelam”. Disajikan dengan kuah cuko yang asam-manis-pedas.

10. Es Teh Tarik – Beda dari Es Teh Manis Biasa

Es Teh Tarik (linggaupos.bacakoran.co)
Awalnya terlihat seperti es teh biasa yang mungkin hanya lebih manis atau lebih berbusa. Tapi setelah dicoba, rasanya jauh lebih creamy karena dicampur susu.

Proses “ditarik” bukan sekadar gaya, melainkan untuk mencampur teh dan susu agar lebih halus dan berbuih. Minuman ini populer di Malaysia dan beberapa daerah Indonesia karena cita rasanya yang lembut.

Kadang ekspektasi kita dibentuk oleh nama. Tapi pengalaman langsung selalu memberi kejutan yang berbeda.

Dari pecel lele sampai es teh tarik, ternyata tidak semua hal sesuai bayangan awal. Justru di situlah letak serunya mencoba makanan baru. Nah, kamu sudah coba yang mana saja?

***

Tim Kreatif

  1. Moch Abdul Aziz
  2. Puspita Rahayu
  3. Reyvan Maulid
  4. Abu Anip
  5. Desinta Mega
  6. Rizqia Azzahro
  7. Rama Sudeta Ardiansyah
  8. Yeni Mahal Nur Sabilah
  9. Siti Nafizah
  10. Syiifa Lailatul Khalifah
Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

Posting Komentar