5 Manfaat Literasi Digital dalam Menghadapi Era Society 5.0
Table of Contents
![]() |
| ilustrasi seorang perempuan sedang belajar terkait literasi digital (pexels.com/Yan Krukau) |
Banyaknya informasi yang mudah didapatkan, harus diiringi dengan ketatnya penyaringan sebelum percaya, bahkan menyebarkannya. Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan gawai, melainkan kemampuan berpikir kritis, bertanggung jawab, dan beretika dalam ruang digital. Oleh karena itu, literasi digital menjadi hal yang sangat penting pada era society 5.0. Yuk, langsung aja cek 5 manfaat literasi digital dalam menghadapi era society 5.0!
1. Literasi digital membantu berpikir kritis terhadap informasi
![]() |
| ilustrasi seseorang sedang berpikir di depan laptop terkait literasi digital (pexels.com/Ivan S) |
Berpikir kritis dalam konteks digital artinya memahami bahwa setiap tindakan seperti membagikan konten atau berkomentar memiliki konsekuensi. Literasi digital mengajarkan kita untuk menilai apakah sebuah konten bermanfaat atau justru memberikan kerugian bagi orang lain. Perlu kita pahami bersama, dengan literasi digital manusia diarahkan untuk selalu menjadi pengendali bukan objek teknologi.
2. Menumbuhkan sikap bijak dan bertanggung jawab di ruang digital
![]() |
| ilustrasi diskusi tentang buku (pexels.com/cottonbro studio) |
Kemajuan teknologi memberi ruang bagi setiap kalangan untuk bebas bereskpresi. Hal ini tentu melahirkan banyak inovasi dan kreativitas tanpa batas. Namun, kita harus selalu mengevaluasi secara mandiri sebelum menekan tombol share atau post, tanyakan kembali pada diri sendiri apakah konten ini valid, bermanfaat, atau justru bisa menyakiti orang lain.
Literasi digital membantu kita untuk bijak dan bertanggung jawab terhadap pemanfaatan teknologi misalnya, dengan menjaga data pribadi maupun orang lain. Konsisten dalam penggunaan teknologi untuk kebaikan, tidak melakukan plagiarisme, ataupun cyberbullying. Sikap bijak adalah tentang kesadaran, sedangkan sikap tanggung jawab adalah tentang tindakan untuk menjaga ruang digital tetap aman dan nyaman.
3. Mendorong pemanfaatan teknologi secara produktif
![]() |
| ilustrasi mesin ketik (pexels.com/pixabay) |
Adanya berbagai macam aplikasi mendorong seseorang untuk semakin produktif. Pemanfaatan aplikasi mobile banking contohnya, memudahkan kita untuk tetap bisa melakukan berbagai transaksi keuangan dimanapun dan kapanpun tanpa harus mengantri di bank. Pada akhirnya, teknologi bisa menjadi kunci untuk menciptakan hidup yang lebih mudah dan masa depan yang lebih produktif.
4. Menjaga peran manusia di tengah arus teknologi
![]() |
| ilustrasi berdebat dengan anggota klub buku (pexels.com/Antoni Shkraba Studio) |
Literasi digital membantu kita memahami mengapa dan untuk apa teknologi digunakan. Teknologi hadir bukan untuk mematikan nalar manusia, ia hadir untuk memberi rekomendasi, keputusan akhir tetap berada dalam kendali kita. Secerdas apapun teknologi hari ini, tetaplah tidak bisa menggantikan nalar dan nurani kita sebagai manusia.
Kemudahan dalam mengakses teknologi, jangan sampai membuat kita kehilangan jati diri. Teknologi digunakan untuk mengembangkan kemampuan manusia, bukan untuk menggantikannya. Karena pada dasarnya, ia diciptakan untuk melayani manusia bukan mendikte cara kita berpikir dan bertindak.
5. Menguatkan karakter dan nilai kemanusiaan
![]() |
| ilustrasi seorang sedang menulis refleksi bulan maret (pexels.com/Anete Lusina) |
Era society 5.0 menuntut keseimbangan teknologi dan nilai. Literasi digital berperan penting dalam membentuk karakter dan nilai kemanusiaan. Memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif merupakan cara paling ampuh supaya nilai kemanusiaan tidak hilang begitu saja.
Selain itu, kita harus menyadari bahwa teknologi tidak bisa menggantikan manusia. Teknologi hadir untuk membantu dan meringankan pekerjaan manusia, bukan untuk memperbudak manusia. Perlu kita sadari, bahwa akal menjadi pembeda antara manusia dengan teknologi.
Literasi digital memiliki manfaat yang sangat penting di era society 5.0. Membantu kita sebagai manusia untuk berpikir kritis dan menyaring informasi untuk menghindari hoaks. Menurut kalian, apa lagi manfaat dari literasi digital? Yuk diskusi di kolom komentar!
***
Tim Penulis
- Wasiatul khusna adalah seorang penulis pemula yang selalu ingin belajar menulis lebih baik, ia percaya bahwa menulis adalah salah satu cara mengorganisasikan pikiran sehingga gagasan bisa disampaikan secara runtut dan jelas. Ia bisa dihubungi melalui akun instagram wasiatul khusna.
- Winda Afrida merupakan penulis yang basicnya menulis fiksi, namun ia ingin terus mencoba untuk mengeksplorasi berbagai macam jenis tulisan dan mencoba mengembangkannya. Ia bisa ditemui melalui instagram pribadinya @windfrid_ atau instagram portofolio menulisnya @coretanwindaa.



.jpg)


Posting Komentar