[CERPEN] Enam Musim Merawat Cahaya

Table of Contents
ilustrasi buku di dalam rumah (pexels.com/Huỳnh Đạt)

Langit kelabu menyambut pagi di minggu ketiga bulan Maret. Pricilla mengusap sampul buku berwarna coklat yang bermotif bunga. Enam tahun lalu, ini hanyalah mimpi, punya perpustakaan dirumah. Tepatnya disudut ruangan, yang kalau senja cahaya mentari bisa menerobos masuk lewat celah jendela kayu. 

“Merawat kata itu seperti menanam pohon”, bisiknya lirih. Tidak sebentar, tapi menumbuhkan makna. Tahun pertama penuh ragu dan bingung. Ini arahnya mau kemana. Hobi yang membawanya sampai pada tahap ini. Ide-ide yang dulu ia tuangkan dalam lembaran kertas, kini menjelma menjadi karya yang berjejer di rak buku.

Masih ingat betul bagaimana dulu minimnya informasi dan fasilitas yang terbatas, sempat membuatnya ingin berhenti saja, menutup rapat setiap ide yang muncul dikepala nya itu. Beruntungnya tak jadi ia lakukan. Pricilla memilih jalan lain, seperti membacakan cerita untuk anak-anak desa di teras mesjid, ia berusaha untuk terus mengeja harapan diantara baris-baris kalimat dalam buku.

Sampai akhirnya, perlahan mulai menumbuhkan harapan. Diskusi kecil mulai muncul bersama tiga teman sekolahnya dulu. Untaian kata yang dulunya asing, perlahan kini mulai menumbuhkan makna dibenak mereka.

Menyadari bahwa literasi bukan lagi sekedar mengeja huruf, tapi tentang memahami dunia. Kini Pricilla menemukan rumah untuk tulisan-tulisannya. Ufuk Literasi adalah komunitas yang ia cari selama ini. Wadah untuk menuangkan ide-ide yang muncul.

Bagi Pricilla, Ufuk Literasi bukan sekedar komunitas biasa. Bukan juga sebuah garis finis, akan tetapi garis baris yang terus meluas, setiap satu halaman buku dibuka. 

Pricilla menutup bukunya. Ia tahu setiap ide kini punya langit untuk terbang, tepat disana, digaris Ufuk Literasi yang selalu hangat menyambutnya. Selamat ulang tahun yang ke-6 Ufuk Literasi.

***

Tentang Penulis

Hai, aku Indri Ardariswari. Aku suka sekali menulis, entah menulis puisi, cerpen, atau apapun itu. Aku menulis, sebab tidak semua rasa bisa dijelaskan dengan suara. Aku percaya bahwa menulis adalah obat, terutama bagi penulisnya. Ayo berkenalan lebih lanjut di akun media sosial ku @ini_indri20. Terima kasih.

Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

Posting Komentar