10 Kata Indah Bahasa Indonesia Penuh Makna yang Jarang Dipakai

Table of Contents
mesin ketik
ilustrasi mesin ketik (pexels.com/Dzenina Lukac)
Bahasa Indonesia memiliki begitu banyak kosakata indah yang sebenarnya kaya makna, tetapi perlahan mulai jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Padahal, beberapa kata tersebut mampu menghadirkan nuansa yang lebih puitis, hangat, bahkan mendalam ketika dipakai dalam tulisan maupun komunikasi.

Di tengah maraknya penggunaan istilah asing dan bahasa gaul, mengenal kembali kosakata lama bisa menjadi cara sederhana untuk memperkaya diksi. Apalagi bagi penulis, kreator konten, atau pecinta literasi, kata-kata seperti ini dapat membuat karya terasa lebih hidup dan berkesan. Nah, semoga sepuluh kosakata berikut bisa menambah referensi untuk kamu, ya.

1. Sandyakala

Sandyakala berarti cahaya merah yang muncul saat senja. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan suasana sore yang tenang, hangat, dan penuh perasaan, terutama dalam karya sastra atau puisi.

Bayangkan langit berwarna jingga kemerahan menjelang malam datang. Alih-alih hanya menulis “senja”, penggunaan kata sandyakala bisa membuat kalimat terasa lebih puitis dan memiliki nuansa emosional yang lebih kuat.

2. Nuraga

Nuraga memiliki arti simpati atau ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kata ini menggambarkan bentuk kepedulian yang lahir dari ketulusan hati dan empati terhadap sesama.

Dalam kehidupan sehari-hari, nuraga dapat terlihat ketika seseorang mendengarkan cerita temannya dengan penuh perhatian. Meski sederhana, sikap seperti itu sering kali membuat orang lain merasa lebih dihargai dan dipahami.

3. Pancarona

Pancarona berarti bermacam-macam warna atau warna-warni. Kata ini memiliki kesan artistik dan sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang penuh keberagaman dan keindahan.

Misalnya, suasana pasar malam dengan lampu berwarna-warni bisa digambarkan sebagai pancarona cahaya yang menghiasi malam. Penggunaan kata ini membuat deskripsi terasa lebih estetik dan tidak monoton.

4. Saujana

Saujana memiliki arti sejauh mata memandang. Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan hamparan alam yang luas dan memanjakan mata.

Ketika berdiri di atas bukit lalu melihat sawah hijau membentang tanpa batas, suasana tersebut bisa disebut sebagai saujana alam yang menenangkan. Kata ini sering digunakan dalam karya sastra karena memberi kesan luas dan megah.

5. Wiyata

Wiyata berarti pengajaran atau pelajaran. Meski jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari, kata ini masih memiliki nuansa yang elegan dan intelektual.

Dalam dunia pendidikan, kata wiyata sebenarnya cukup relevan untuk menggambarkan proses belajar yang bermakna. Misalnya, seorang guru bukan hanya memberikan materi, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan kepada muridnya.

6. Rahara

Rahara merujuk pada perempuan yang telah memasuki usia layak menikah. Kata ini termasuk kosakata lama yang kini sudah sangat jarang digunakan oleh masyarakat modern.

Meski terdengar klasik, rahara menunjukkan bagaimana bahasa Indonesia dahulu memiliki banyak istilah khusus untuk menggambarkan fase kehidupan seseorang. Hal tersebut juga menjadi bukti kekayaan budaya dalam perkembangan bahasa.

7. Sawala

Sawala berarti debat atau pertukaran pendapat. Dibandingkan kata “debat”, sawala terdengar lebih lembut dan memiliki nuansa tradisional yang khas.

Dalam sebuah forum diskusi, perbedaan pendapat sebenarnya dapat menjadi sawala yang sehat selama dilakukan dengan saling menghargai. Karena itu, kata ini terasa lebih cocok digunakan dalam konteks diskusi yang elegan dan beradab.

8. Suryakanta

Suryakanta adalah sebutan untuk kaca pembesar atau lup. Kata ini terdengar unik karena memiliki nuansa klasik dan jarang diketahui oleh generasi muda.

Pada masa dahulu, suryakanta sering digunakan untuk membantu melihat tulisan kecil atau benda tertentu dengan lebih jelas. Kini, meski benda tersebut masih sering dipakai, penyebutannya sudah berganti menjadi istilah yang lebih umum.

9. Lembayung

Lembayung berarti warna merah yang bercampur ungu. Kata ini identik dengan suasana langit sore yang syahdu dan menenangkan hati.

Tak heran jika lembayung sering dipakai dalam puisi atau lirik lagu karena mampu menghadirkan suasana yang emosional. Bahkan, banyak orang menggunakan kata ini sebagai nama karena terdengar indah dan anggun.

10. Bening

Bening menggambarkan sesuatu yang jernih, bersih, dan tidak tercampur apa pun. Kata ini tidak hanya digunakan untuk benda, tetapi juga sering dipakai untuk menggambarkan hati atau suasana.

Misalnya, seseorang dapat memiliki tatapan mata yang bening karena terlihat tulus dan tenang. Dalam karya sastra, kata ini sering dipilih untuk menghadirkan kesan lembut dan menenangkan.

Bahasa Indonesia ternyata menyimpan banyak kosakata indah yang bukan hanya unik, tetapi juga kaya makna. Kata-kata seperti sandyakala, saujana, hingga lembayung mampu membuat tulisan terasa lebih hidup dan penuh nuansa.

Mengenal kembali kosakata lama juga menjadi cara sederhana untuk menjaga kekayaan bahasa Indonesia agar tidak perlahan dilupakan. Siapa tahu, setelah membaca artikel ini, kamu jadi tertarik menggunakan beberapa kata tersebut dalam tulisan atau percakapan sehari-hari.
Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

Posting Komentar