[PUISI] Merawat Aksara di Riuhnya Semesta

Table of Contents
ilustrasi seorang sedang menulis (pexels.com/Ron Lach)
Ketika dunia tidak bisa kucaci dengan pasti,
aku memilih pulang pada setiap kata yang kusirami sepenuh hati.
Aku tidak tahu pasti: Apakah ia akan mekar dan bersemi, 
atau layu, kering, dan mati?

Enam tahun membersamai, 
aku tak pernah luput sekali pun atas ia yang tak hentinya
membuatku kesal setengah mati. 
Oh, Tuhan! Apakah ia tak bisa hidup kembali hanya karena 
kusirami berkali-kali?

Katanya, ia hidup berkali-kali? 
Bahkan ketika aku telat menyiraminya 
hingga ia tak ingin menyapaku dengan wangi.

Merawat kata menumbuhkan makna. 
Aku memahami bahwa ufuk literasi selalu merekah berkali-kali 
ketika aku merawatnya setulus hati, 
walaupun revisi ribuan kali.


Jepara, 26 Maret 2026

***

Tentang Penulis

Khamna Muzarofita, penulis dan aktivis literasi asal Jepara yang aktif berkarya sejak 2021, merupakan Awardee BISA Project Batch 2. Baginya, menulis adalah cara merawat makna dan harapan. Puisinya hadir dalam antologi nasional. Ia juga berperan sebagai pendidik, fasilitator, dan ambassador, serta meraih berbagai prestasi tingkat nasional hingga internasional. Jejaknya dapat dijelajahi melalui Instagram @cucuratuell.
Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

Posting Komentar