Perbedaan Artikel Ilmiah dan Artikel Ilmiah Populer, Jangan Sampai Keliru!
Table of Contents
Konten Eksklusif
Masukkan username dan password untuk mengakses postingan ini:
Akses Dilindungi
Silakan bergabung ke Verified Member untuk membaca artikel premium.
Gabung Sekarang![]() |
| ilustrasi menulis artikel bersama dan berdiskusi (pexels.com/Pavel Danilyuk) |
Padahal, kedua jenis artikel ini memiliki tujuan, gaya penulisan, dan target pembaca yang berbeda. Memahami perbedaannya akan membantumu memilih format yang tepat, terutama jika ingin mengirimkan tulisan ke media nasional seperti Kompasiana, IDN Times ataupun blog hingga website untuk kepentingan bisnis dan marketing. Yuk, pelajari materi ini sampai selesai.
Apa Itu Artikel Ilmiah?
Artikel ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan kaidah akademik dan biasanya ditujukan untuk kalangan tertentu. Penulisannya mengikuti aturan yang lebih ketat, baik dari segi bahasa, struktur, maupun penyajian data.
Jenis artikel ini umumnya diterbitkan di jurnal ilmiah, prosiding, atau publikasi akademik lainnya. Karena ditujukan untuk peneliti, dosen, atau mahasiswa, pembahasannya cenderung lebih mendalam dan menggunakan istilah-istilah yang bersifat teknis.
Apa Itu Artikel Ilmiah Populer?
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah populer bertujuan menyampaikan informasi kepada masyarakat umum. Meskipun tetap didasarkan pada fakta atau referensi yang dapat dipercaya, penyampaiannya dibuat lebih ringan agar mudah dipahami oleh siapa saja.
Artikel seperti ini banyak dijumpai di website, media online, majalah, tabloid, maupun surat kabar. Topiknya pun lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga menarik minat pembaca dari berbagai kalangan.
Perbedaan Artikel Ilmiah dan Artikel Ilmiah Populer
1. Penggunaan Bahasa
Artikel ilmiah menggunakan bahasa baku yang mengikuti kaidah kebahasaan secara ketat. Kalimat yang digunakan cenderung formal dan lebih banyak memakai istilah sesuai bidang keilmuan.
Sebaliknya, artikel ilmiah populer menggunakan bahasa yang lebih komunikatif. Tujuannya agar informasi yang cukup kompleks tetap mudah dipahami oleh pembaca umum.
2. Target Pembaca
Artikel ilmiah ditujukan kepada akademisi atau orang-orang yang memiliki latar belakang pada bidang tertentu. Karena itu, pembahasannya sering kali lebih spesifik dan mendalam.
Sementara itu, artikel ilmiah populer ditulis untuk masyarakat luas. Penulis harus mampu menjelaskan sebuah topik tanpa menganggap pembacanya sudah memahami istilah-istilah teknis.
3. Tempat Publikasi
Jika ingin membaca artikel ilmiah, kamu biasanya akan menemukannya di jurnal ilmiah, repository kampus, atau platform seperti Google Scholar. Tempat publikasi tersebut memang dikhususkan untuk karya akademik.
Sebaliknya, artikel ilmiah populer lebih sering diterbitkan di media digital, surat kabar, majalah, tabloid, maupun platform seperti IDN Times, Kompasiana, dan berbagai website lainnya.
4. Gaya Penulisan
Gaya penulisan artikel ilmiah cenderung formal, sistematis, dan mengikuti pedoman yang berlaku pada institusi atau penerbit jurnal. Struktur penulisannya pun memiliki aturan yang cukup baku.
Artikel ilmiah populer lebih fleksibel dalam penyampaiannya. Penulis dapat menggunakan ilustrasi, contoh sederhana, maupun gaya bertutur agar pembaca lebih mudah memahami isi tulisan.
5. Ruang Lingkup Pembahasan
Artikel ilmiah biasanya membahas topik yang sangat spesifik sesuai bidang penelitian. Pembahasannya mendalam dan sering kali berfokus pada satu masalah tertentu.
Sebaliknya, artikel ilmiah populer mengambil topik yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penulis bahkan dapat mengembangkan satu topik menjadi berbagai sudut pandang yang menarik untuk dibaca.
Mengapa Media Lebih Banyak Menggunakan Artikel Ilmiah Populer?
Media memiliki target pembaca yang sangat beragam. Oleh karena itu, informasi perlu disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar bisa dipahami oleh sebanyak mungkin orang.
Bukan berarti kualitas informasinya lebih rendah. Justru tantangan terbesar artikel ilmiah populer adalah menyederhanakan informasi yang kompleks tanpa menghilangkan makna maupun keakuratan datanya.
Apa Hubungannya dengan Artikel Listicle?
Sebagian besar artikel di media nasional menggunakan format artikel ilmiah populer. Salah satu format yang paling sering digunakan adalah listicle, yaitu artikel yang menyajikan pembahasan dalam bentuk poin-poin yang terstruktur.
Selain listicle, kini semakin banyak media yang menggunakan pendekatan eksplanasi. Artikel tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menjelaskan alasan di balik suatu fenomena melalui pertanyaan seperti "mengapa" dan "bagaimana".
Kedua pendekatan tersebut sama-sama bertujuan menyampaikan informasi secara ringan, menarik, dan mudah dipahami. Itulah sebabnya penulis artikel populer perlu memahami keduanya agar lebih siap menyesuaikan gaya penulisan dengan kebutuhan media.
Memahami perbedaan artikel ilmiah dan artikel ilmiah populer merupakan langkah awal yang penting sebelum mulai menulis. Dengan mengetahui karakteristik masing-masing, kamu tidak akan salah memilih format ketika ingin mempublikasikan karya.
Jika targetmu adalah media digital seperti IDN Times dan yang bersifat untuk mudah dipahami masyarakat umum, maka kemampuan menulis artikel ilmiah populer menjadi bekal yang sangat penting. Setelah menguasai dasar-dasarnya, kamu bisa mulai berlatih mengembangkan berbagai topik menjadi artikel yang informatif sekaligus menarik untuk dibaca.
Untuk memudahkan, seringkali artikel ilmiah populer cukup disebut sebagai artikel populer. Intinya kalau pembahasan lebih umum dan dijelaskan dengan sederhana, maka itu termasuk artikel populer. Dan itu yang akan dipelajari di kelas artikel ufuk literasi.

Posting Komentar