[PUISI] Garis Waktu dalam Bingkai
Table of Contents
![]() |
| ilustrasi jam dinding dalam bingkai gelap (pexels.com/Anthony DeRosa) |
Ada wajah yang tampak asing,
senyum kecil yang dipaksa hidup
di tengah hati yang diam-diam runtuh.
Aku meraba tiap garis yang memudar di sana,
mengeja kembali luka yang dulu tak sempat bernama.
Ternyata sunyi adalah guru yang paling tabah,
mengajariku cara tetap berdiri saat dunia terasa lelah.
Kini aku berdiri sebagai seseorang yang baru.
Tak lagi gemetar pada ejekan masa lalu.
Sebab rinai yang dulu terasa seperti duka,
ternyata adalah hujan pertama menuju mekar.
Lalu kututup album itu dengan jemari yang tenang,
tak ada lagi dendam yang perlu aku bawa pulang.
Sebab kembali ke masa lalu bukan untuk mengulang pedih,
tapi untuk memeluk diri yang pernah bertahan dengan gigih.
Mojokerto - Bandung, 10 Mei 2026
***
Tentang Penulis
- Reyvan Maulid adalah nama akrab seorang laki-laki asal Mojokerto, Jawa Timur. Sehari-hari, ia berprofesi sebagai freelance content writer. Melalui Tagline Awaiting Your Writing, kini, ia sudah memiliki sepuluh karya non-fiksi yang berhasil dibukukan berkaitan dengan edukasi dan motivasi islami. Pria pencinta baso aci ini bisa dijumpai lewat akun Instagram @reyvanmaulid.
- Singkat saja, Syifa Dwi Abdiani adalah gadis kelahiran Kota Angklung yang dibesarkan di Bumi Pasundan. Ia mencintai sastra dan hujan, serta percaya bahwa kata-kata mampu menyembuhkan luka, menghadirkan harapan, dan menjadi suara bagi hati yang sering terbungkam.

Posting Komentar