[PUISI] Rumah Impian

Table of Contents
rumah estetik dan menarik
ilustrasi sebuah rumah estetik (pexels.com/Valentin Onu)
Aku masih punya denah ituDenah rumah impian yang kuyakin kau setujuDengan jendela yang cukup luas untuk melihat masa depan
Kau melihatnya juga kan? 


Aku berdiri di tanah ini
Tanah yang kuyakin kelak akan kau bangun rumah impian kita
Tanah yang menerima segala penundaan
Kita memimpikan rumah yang sama kan?


Meski musim sering berubah tanpa aba-aba
Dan kabar baik datang selambat senja
Aku masih menyimpan namamu di tiap rencana
Seolah esok tetap tahu ke mana harus pulang


Kalau nanti jalan kita sempat hilang arah
Dan dunia membuat segalanya terasa rapuh
Aku ingin tetap jadi orang yang kau pilih untuk berteduh

Di rumah yang belum ada, tapi sudah kita peluk utuh


Gresik-Yogyakarta, 8 Mei 2026

***

Tentang Penulis

  • Louv Nazar adalah seorang ibu rumah tangga yang menulis di sela-sela rutinitas hidupnya. Sejak kecil ia menyimpan mimpi menjadi penulis novel. Mimpi yang sempat terlipat oleh peran, tanggung jawab, dan realitas, namun tak pernah benar-benar padam.

  • Terresa Senja adalah seseorang yang menemukan rumah dalam musik, buku, dan hal-hal kecil yang menenangkan hati. Ia menyukai kucing, tertarik pada dunia psikologi dan mental health, serta gemar menuangkan pikiran lewat tulisan. Baginya, setiap cerita adalah cara untuk memahami manusia, perasaan, dan kehidupan dari sudut yang lebih dalam.

Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

Posting Komentar