[REVIEW] Novel Fantasmagoria - Karya Pramudya Utari
![]() |
| Novel Fantasmagoria Karya Pramudya Utari |
Novel ini menceritakan Adinda Balsam, seorang perempuan biasa yang sudah lama tinggal bersama keluarga besar yang memantapkan dirinya untuk bersekolah di pondok pesantren Gelora Putri setelah bujukan teman sekolah dasarnya yang mengajaknya ke sana. Masuk melalui ujian, dirinya hanya punya satu tujuan saat itu, ingin mondok ke sana karena Ania, temannya. Namun, Ania sendiri pindah pondok pesantren tanpa tahu sebabnya. Maka, mulai dari sini lika-liku kehidupan Balsam sebagai santri.
Bersama teman-temannya yang tidak bisa disebutkan satu per satu karena banyak, intinya ada beberapa, seperti Momsaid, Bontang, Elisa, Pipit, Nurma, dan masih banyak lagi. Kehidupan seputar santri pada umumnya yang memiliki kegiatan selama sehari, seperti belajar, mengaji, sampai ujian-ujian akhir yang menentukan dirinya bisa lulus di kelas selanjutnya atau tidak.
Selama perjalanan hidup dari Balsam, di sini saya dibawa ke sisi lain keinginannya sebagai seorang sutradara, dan hal tersebut terwujud sedikit demi sedikit melalui pentas panggung acara tahunan dari Gelora Putri.
Selain kesulitan beradaptasi dengan dirinya dengan pertemanannya, dirinya juga mengalami adaptasi yang keras terhadap kakak kelas maupun ustaz dan ustazahnya. Salah satu ustazah yang cukup sering mengamati dan menemani selama perjalanan Balsam yakni Ustazah Kulsum. Bisa dikatakan ustazah ini yang secara tidak sengaja “mendorong” dirinya untuk lebih giat dalam menuntut ilmu di pondok tersebut.
Balsam yang termotivasi mulai membuka lembaran kehidupan lamanya satu per satu sambil memperbaiki dan mengembangkan keahliannya sebagai seorang santriwati juga mengenyam pendidikan sebagai sutradara film saat kuliah.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Penyajian ceritanya memakai dua lini waktu berbeda, yakni saat Balsam mendatangi reuni acara tahunan Gelora Putri dengan beberapa temannya, dan waktu ketika Balsam masih bersekolah di Gelora Putri.
Penyajian dengan dua waktu yang berbeda tidak mengganggu jalannya cerita, selain pembawaan cerita dari Pramudya Utami yang mengalir dengan halus, juga menggunakan time stamp jika sudah memakai dua waktu utama tersebut. Hanya ada beberapa bagian yang dibuat sedikit bingung dengan waktu kejadian akibat pemotongan cerita yang tiba-tiba terlampau jauh jarak waktunya.
Penggunaan kosakata arab juga diberi tanda atau simbol dan diberi keterangan di bawah halaman buku untuk memudahkan pembaca untuk mengetahui arti dan konteks kalimat yang dibaca.
Cukup disayangkan, tokoh pendukung dan beberapa teman dari Balsam tidak memiliki pendalaman karakter yang cukup kuat atau perkembangan yang tidak terlihat walaupun sedang bersama Balsam yang bersama-sama berkembang.
Kalau saya rasa, karakter-karakter tersebut dibuat sebagai loncatan pengembangan karakter bagi Adinda Balsam dalam cerita. Selain Ustazah Kulsum dan Kyai Husain, karakter pada Gelora Putri tidak begitu membekas di ingatan saya.
Menurut saya, cerita ini sangat bisa direkomendasikan bagi kalian yang tidak mau terlalu membaca dengan konteks atau isian berat, cukup menghibur, atau memang baru memulai membaca novel. Selain karakter Balsam yang dibuat relate dengan kehidupan remaja-remaja saat ini mengenai krisis identitas, juga semakin memperteguh keyakinan akan pilihan dan kemudahan jalan yang diambil jika sudah berniat dan bersungguh-sungguh.
Identitas Buku
- Judul Buku : Fantasmagoria
- Penulis : Pramudya Utari
- Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (GPU)
- Jumlah Halaman : 328 halaman
- Tanggal Terbit : Edisi Digital, 2020
- ISBN: 978-602-06-4219-2 (PDF); 978-602-06-4208-6
***
Tentang Penulis
PrastiPal atau juga dikenal dengan Prastita masih memasuki masa perintisan sebagai seorang penulis pemula. Masih terus belajar mengenai semua hal dalam menulis, baik tulisan fiksi maupun non fiksi. Beberapa tulisannya bisa dilihat melalui akun instagram @prastipal atau akun mediumnya @at.prastita.

Posting Komentar