Apakah Skill Menulis Artikel Populer dengan Format Listicle Masih Worth It?
Konten Eksklusif
Masukkan username dan password untuk mengakses postingan ini:
Akses Dilindungi
Silakan bergabung ke Verified Member untuk membaca artikel premium.
Gabung Sekarang![]() |
| ilustrasi penulis artikel menulis dengan format listicle (pexels.com/Tony Schnagl) |
Pertanyaan tersebut memang wajar. Namun, jika tujuanmu ingin membangun kemampuan menulis yang benar-benar dibutuhkan media, kemampuan menulis artikel populer tetap menjadi salah satu skill yang layak dipelajari. Terlebih lagi jika kamu menguasai format listicle, yaitu artikel yang disusun dalam bentuk poin-poin yang terstruktur dan mudah dipahami.
Nah, berikut adalah bahan bacaan berupa artikel yang bisa memberikan referensi sebelum kamu mulai menulis.
Mengapa Artikel Listicle Masih Banyak Digunakan?
Jika kamu sering membaca artikel di media nasional seperti IDN Times, Kompasiana, dan lain-lain, pasti tidak asing dengan judul seperti "7 Manfaat...", "5 Alasan...", atau "10 Rekomendasi...". Format seperti inilah yang dikenal sebagai artikel listicle.
Bukan tanpa alasan media menyukai format tersebut. Artikel listicle memudahkan pembaca memahami informasi karena pembahasannya dibagi menjadi beberapa poin yang jelas dan tidak membuat mereka merasa kewalahan saat membaca.
Bagi penulis, format ini juga mempermudah proses menyusun kerangka tulisan. Setiap poin memiliki fungsi untuk menjelaskan judul utama sehingga pembahasan menjadi lebih runtut dan tidak melebar ke mana-mana.
Mengapa Format Ini Cocok untuk Penulis Pemula?
Banyak penulis pemula merasa bingung ketika harus mulai menulis artikel dari halaman kosong. Mereka memiliki ide, tetapi kesulitan mengembangkannya menjadi tulisan yang utuh.
Format listicle membantu mengatasi masalah tersebut. Kamu hanya perlu menentukan jumlah poin yang akan dibahas, lalu mengembangkan setiap poin secara bertahap hingga menjadi sebuah artikel yang lengkap.
Cara ini membuat proses menulis terasa lebih ringan. Selain itu, kamu juga lebih mudah mengecek apakah setiap poin sudah mendukung pembahasan utama atau masih perlu diperbaiki.
Alasan Media Menyukai Artikel Listicle
Ada beberapa alasan mengapa format listicle masih sering dijumpai di berbagai media digital. Berkut di antaranya:
1. Pembahasannya lebih terstruktur
Setiap poin memiliki perannya masing-masing sehingga pembaca dapat mengikuti alur pembahasan tanpa merasa kebingungan.
2. Lebih mudah dipahami
Informasi disajikan sedikit demi sedikit sehingga pembaca tidak dihadapkan pada paragraf yang terlalu panjang.
3. Membantu penulis tetap fokus
Adanya daftar poin membuat pembahasan tidak mudah keluar dari topik yang sedang dibahas.
4. Lebih mudah diingat oleh pembaca
Orang cenderung lebih mudah mengingat informasi yang disusun dalam bentuk daftar dibandingkan paragraf yang panjang.
5. Berpotensi lebih ramah terhadap SEO
Artikel listicle umumnya memiliki struktur heading dan poin-poin yang jelas sehingga memudahkan mesin pencari memahami isi artikel. Meski demikian, kualitas pembahasan setiap poin tetap menjadi faktor yang jauh lebih penting daripada sekadar memperbanyak jumlah daftar.
Artikel Populer Bukan Berarti Asal Menulis
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah menganggap artikel populer sama dengan tulisan yang dibuat tanpa dasar yang jelas. Padahal, artikel populer tetap membutuhkan referensi yang valid agar informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.
Perbedaannya terletak pada cara penyampaiannya. Jika artikel ilmiah ditujukan untuk kalangan akademisi dengan bahasa yang lebih formal, artikel ilmiah populer menyampaikan informasi yang sama menggunakan bahasa yang lebih ringan sehingga mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Karena itulah, media seperti IDN Times lebih banyak menerbitkan artikel ilmiah populer dibandingkan artikel ilmiah. Informasinya tetap berbobot, tetapi disampaikan dengan gaya yang nyaman dibaca oleh berbagai kalangan.
Artikel Eksplanasi Semakin Banyak Diminati
Selain format listicle, belakangan ini banyak media juga menggunakan pendekatan eksplanasi. Artikel tidak hanya memberikan daftar informasi, tetapi juga menjawab pertanyaan seperti "mengapa" atau "bagaimana" terhadap suatu fenomena.
Misalnya, mengapa jendela pesawat berbentuk oval, mengapa kecerdasan buatan berkembang sangat cepat, atau bagaimana olahraga tertentu dapat memengaruhi kesehatan tubuh. Topik seperti ini membuat pembaca merasa penasaran sekaligus memperoleh pengetahuan baru setelah selesai membaca.
Pendekatan eksplanasi sangat cocok diterapkan pada topik Health, Science, Tech, hingga Food dan Travel. Selama pembahasan disusun secara runtut dan didukung informasi yang valid, peluang artikel untuk menarik perhatian pembaca juga semakin besar.
Jadi, Apakah Skill Menulis Artikel Listicle Masih Worth It?
Jawabannya tentu masih sangat worth it. Hingga saat ini, format listicle masih menjadi salah satu bentuk artikel yang paling sering digunakan oleh berbagai media digital karena mudah dipahami, nyaman dibaca, dan membantu penulis menyampaikan informasi secara lebih terstruktur.
Jika kamu baru mulai belajar menulis artikel, tidak ada salahnya menjadikan format listicle sebagai langkah awal. Setelah terbiasa menyusun tulisan dengan baik, kamu akan lebih mudah mempelajari berbagai jenis artikel lainnya dan mengembangkan kemampuan menulis sesuai kebutuhan media yang ingin kamu tuju.
Utamanya memang menulis artikel ini terlihat sederhana, namun jika ditekuni dengan serius akan banyak hal baru yang kamu temui. Bahkan, peluang selanjutnya dengan modal skill menulis ini bisa sangat kamu andalkan untuk membangun portofolio dan pondasi sebagai karir seorang penulis professional ke depannya. Jadi, sudah siap dan memulai perjalanan ini?

Posting Komentar