25 Quotes tentang Sementara, Pengingat bahwa Tak Ada yang Abadi

Table of Contents
ilustrasi menunggu jam pasir yang menggambarkan waktu sementara
ilustrasi menunggu jam pasir yang menggambarkan waktu sementara (pexels.com/Ron Lach)

Ada hal-hal yang dulu kita kira akan tinggal selamanya, ternyata hanya mampir sebentar. Begitu juga dengan kebahagiaan, kesedihan, pertemuan, kehilangan, bahkan keadaan yang hari ini terasa begitu penting bagi kita.

Kumpulan quotes tentang sementara ini mengajak kita melihat kembali cara memandang kehidupan. Tentang sesuatu yang datang lalu pergi, tentang apa yang sebaiknya tidak digenggam terlalu erat, serta tentang bagaimana menggunakan waktu yang kita punya sebelum semuanya berubah menjadi kenangan.

Mungkin menyadari bahwa segala sesuatu hanya sementara bukanlah alasan untuk berhenti menikmati hidup. Justru karena waktunya terbatas, kita punya alasan untuk lebih bersyukur, lebih berhati-hati dalam menjalani hari, dan lebih sungguh-sungguh menghargai apa yang masih dititipkan kepada kita.

1. Jangan terlalu mengejar hal-hal yang bersifat sementara, sampai akhirnya melupakan kewajiban yang ada. Banyak hal yang bisa kamu coba untuk memaksimalkan waktu menjadi seseorang yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi lainnya. | Moch Abdul Aziz

2. Barangkali buana tak pernah benar-benar menjanjikan keabadian. Kita hanyalah atma yang singgah sementara, lalu berpulang ketika semesta memanggil nama. | Anggun Wijaya 

3. Dunia ini hanya sementara dan akhirat kekal abadi selamanya, maka manfaatkan hidup di dunia ini untuk bekal amal kita di akhirat nanti, untuk mencapai ridho Allah dan untuk kendaraan menuju surganya Allah. | Assifa Laelatul Muflihah

4. Nikmati prosesnya dengan tenang dan sabar, karena semua luka yang telah kita rasakan hanyalah sementara. Pada akhirnya, semua pasti akan berlalu pergi meninggalkan kita, menyisakan pelajaran yang berharga, dan  versi diri yang lebih kuat. | Nina Nisa

5. Semua yang kita genggam saat ini, sejatinya hanyalah titipan. Tugas kita hanya perlu menjaga dengan baik, bukan memiliki. Karena dunia ini hanyalah tempat persinggahan, maka jagalah apa yang kita miliki saat ini dan jangan menggenggam terlalu erat. | Anisa Siti Nurjanah

6. Sementara, sesuatu yang hari ini bisa jadi milikmu sedetik kemudian menjadi milik orang lain atau bahkan hilang begitu saja. Sementara, seperti berlibur yang kesenangannya sesaat dan kamu harus kembali pada realita hidup sepulang liburan. Sementara adalah kisah kita di dunia, sebab pada akhirnya dengan rasa suka atau tidak kita semua akan pulang ke kampung halaman yakni akhirat, untuk mendapatkan keadilan yang sementara tak kita dapatkan di dunia. | L. Tresna Puteri

7. Lilin yang menyala di tengah gulita perlahan merendah, tak selamanya menyala. Seperti itu pula waktuku berada di dunia. Ya, Sementara. Tidak ada yang bisa dibanggakan setelahnya. Melainkan pertanggungjawaban paling serius atas peranan hidup yang wajib dituntaskan. | Chocolate 

8. Hidup ini seperti musim, ada datang dan pergi. Kebahagiaan, kesedihan, keberhasilan, semua sementara. Jangan sombong saat di atas dan jangan patah saat di bawah. Karena yg abadi hanya Allah dan amal yang ditinggalkan. | Nurhuda Lenamah 

9. Hidup tak pernah menuntut kita memiliki segalanya. Hanya saja, hidup mengajarkan kita cara merelakan tepat waktunya. Sebab, yang sementara akan selalu menemukan jalan pergi, sedangkan kebaikan yang berhasil kita tanam akan tetap tertinggal, bahkan saat nama kita sudah mulai pudar. | Khadijah Ath Thahirah

10. Tidak semua yang sementara harus disesali. Sebab ada hal-hal yang memang datang hanya untuk mengubah cara kita melihat hidup, bukan untuk tinggal selamanya. Dan mungkin, itu sudah lebih dari cukup. | Choirun Niswah 

11. Hidup tidak pernah menjanjikan selamanya, semua yang datang bagaikan tamu yang singgah. Karena itu, hargai dan maknailah setiap peristiwa yang hadir, jangan terlalu sombong saat memiliki, dan jangan terlalu hancur saat kehilangan. | Ramayanti

12. Belajar adalah tugas kita. Menjadi pintar dan jenius adalah impian kita, serta sukses adalah puncak mimpi kita. Namun ingat, jangan terkecoh oleh rasa angkuhmu di puncak tinggi sementara di atas langit masih ada langit. | Leezheya

13. Yakinlah bahwa semua struggle, effort, yang tercucurkan oleh darah, keringat, dan air matamu ini hanyalah sementara. Namun, itu demi membentuk versi dirimu yang terbaik. Ingat, pintu depan hanyalah awal bukan akhir. | Annisa I. S.

14. Gak masalah merasakan sakit, sedih, marah, kecewa, dan semua jenis emosi rasakan semuanya. Tapi, kita harus tetap dalam satu kendali berbenah. Ingatlah bahwa dunia ini hanya sementara. | Neneng Rohilah

15. Kehidupan di dunia ini adalah sementara. jangan merasa dirimu memiliki segalanya jika kamu masih membutuhkan nafas. Jangan merasa berbesar diri atas hal yang bahkan bukan punya kamu. | Claudia Nathesya

16. Sementara, diri ini sebagaimana hari ini dulu saja. Esok kita siapkan diri agar lebih baik dan bisa terbang lebih tinggi. Yang terpenting terus bergerak dan melangkah meski sedikit demi sedikit. Jangan stuck jangan menyerah. | Dea Azza

17. Semua hal di dunia ini hanya bersifat sementara. Bahkan sesuatu yang katanya selamanya pun perlahan menghilang. Jadi jangan pernah percaya pada kata "selamanya" karena pada akhirnya segala hal di dunia ini akan berubah, atau bahkan menghilang. | Kimrisaaa

18. Mari sejenak kita menikmati sementara-sementara yang sesingkat mekarnya wijaya kusuma itu dengan sebaik-baiknya. Agar kelak tak ada penyesalan hingga terlintas di benak ingin mengulang waktu yang tak mungkin terulang. | Ade Irma Oktiana 

19. Tidak perlu mengagung-agungkan harta maupun tahta. Tetaplah rendah hati, bersyukur, dan berbuat baik selagi masih ada kesempatan, karena sesungguhnya semua yang ada di dunia ini hanyalah sementara. | Anisa Wulan Syawalina

20. Jika kamu merasa sering kehilangan, merasa sendirian dan merasa kesepian, ingatlah waktu tak akan berhenti kecuali dengan kematian, percayalah semua akan berputar dan silih berganti, seperti sementara yang akan menemukan jalanya. | Nurman Pribadi

21. Sementara? Aku pernah berharap bahwa pertemuan ini akan menjadi pertemuan selamanya, namun ... ya, aku harus menerima bahwa pertemuan ini hanya untuk sementara, bagaimana caranya aku mengembalikan waktu yang aku yakini untuk selamanya itu? Sekarang aku hanya berharap dan menunggu. Bahwa semuanya akan kembali seperti semula untuk selamanya bukan hanya untuk sementara. | Laila Srianjani

22. Bagaimana jika memang kenyataannya setiap orang akan datang dan pergi? Barangkali, sesuatu hadir bukan untuk menetap, melainkan untuk mengubah kita sebelum akhirnya berlalu. Meski waktunya singkat, bukan berarti keberadaannya sia-sia. Pertemuan, kebahagiaan, dan segala hal yang kita genggam hari ini hanyalah sementara. Kabar baiknya, kesedihan pun demikian. Maka, nikmati saja apa yang Allah titipkan saat ini, sebelum semuanya berganti menjadi kenangan. | terresasenja

23. Tidak perlu terlalu pusing dengan kerumitan hidup sekarang. Rasa sakit, air mata, bahkan rasa bangga yang sedang kamu rasakan itu semuanya hanya sementara. Nanti juga akan terlalui dan digantikan dengan cerita baru. Nikmati saja prosesnya, karena waktu tidak pernah berhenti berjalan untuk menunggu kita siap. | Nico Manurung

24. Aku, kamu, dan kami tidak abadi. Terkadang, ketika kami terus merasa saling memiliki, kerap kali skenario Tuhan menampar asa tanpa aba-aba. Mengingatkan bahwa tidak semua yang datang ditakdirkan untuk menetap, dan tidak semua yang kita genggam akan selamanya menjadi milik kita. Pada akhirnya, kita semua hanyalah makhluk sementara. Datang dengan waktu yang telah ditentukan, bertemu dengan siapa yang telah digariskan. Lalu pergi ketika waktunya tiba. | Ato Kibo

25. Ambisi kadang membuat kita merasa harus memiliki semuanya saat ini juga. Tapi pada akhirnya, dunia selalu punya cara untuk mengingatkan bahwa tidak ada yang abadi. Yang tersisa nantinya hanyalah seberapa hebat kita bersabar, dan seberapa tulus kita mensyukuri apa yang masih kita miliki hari ini. | Sri Ramandhani

Pada akhirnya, kita tidak pernah benar-benar memiliki banyak hal yang selama ini kita sebut sebagai milik. Kita hanya diberi kesempatan untuk merawatnya selama masih berada dalam genggaman, kemudian belajar merelakannya ketika waktunya tiba.

Barangkali itu pula yang membuat hidup terasa begitu berharga. Kita tahu pertemuan tidak selamanya, masa muda tidak selamanya, kesedihan tidak selamanya, bahkan diri kita sendiri pun tidak akan selamanya berada di dunia ini.

Maka, selagi masih ada waktu, nikmatilah yang sedang hadir tanpa lupa bersiap untuk melepaskannya. Sebab yang sementara bukan berarti tidak berarti; terkadang justru karena waktunya singkat, ia meninggalkan pelajaran dan kenangan yang bertahan jauh lebih lama.

Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

1 komentar

Silakan menuliskan komentar dengan rapi dan sopan!
Comment Author Avatar
Resna
Rabu, 19 Agustus, 2026 Delete
Apapun yang kamu alami didunia, percayalah sifatnya sementara baik itu kesulitan dan kesenangan. Jadi tetap berpegang pada sesuatu yang lebih kuat dari dunia ya yakni Allah Swt.