[REVIEW] Novel Winter in Tokyo - Karya Ilana Tan

Table of Contents
Novel Winter in Tokyo
Novel Winter in Tokyo (gramedia.com/edited by Canva)
Karena cinta harus dirasa, bukan dimengerti.

Persis tertulis di cover-nya, mungkin itu adalah kalimat yang bisa menyimpulkan isi novel ini. Winter in Tokyo adalah salah satu novel dari tetralogi seri Empat Musim yang ditulis oleh Ilana Tan. Berlatar musim dingin di Jepang, novel ini membawa nuansa hangat dalam kisah romansa yang ringan untuk dibaca. 

1. Identitas Buku 

Judul    : Winter in Tokyo

Penulis : Ilana Tan

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman : 322 halaman

Genre    : Romance 

2. Isi Novel

Kisah ini bermula dari pertemuan Ishida Keiko, gadis blasteran Jepang-Indonesia, dengan Nishimura Kazuto, tetangga barunya di apartemen. Kazuto adalah seorang fotografer profesional yang awalnya tinggal di Amerika. Ia kemudian memilih untuk mengalihkan pikiran dan mencari inspirasi baru di Jepang. Dalam pertemuan yang awalnya tidak biasa, mereka perlahan menjadi akrab melalui perdebatan kecil dan kepedulian antara satu sama lain. 

Puncaknya di malam Natal, hubungan keduanya terasa semakin dekat. Kazuto juga bertanya kepada Keiko untuk melupakan cinta pertama dan mulai melihat ke arahnya. Namun, sebuah insiden yang menimpa Kazuto membuat hubungannya bersama Keiko semakin jauh. 

Di sisi lain, saat benih perasaan mulai tumbuh dalam diri Keiko, ia harus menelan kenyataan pahit ketika seseorang yang pernah disukai Kazuto kembali hadir. Dinamika keduanya membuat cerita terasa hidup dan pembaca bisa memahami perasaan mereka masing-masing. Meski novel ini menyuguhkan kisah romansa yang terbilang ringan, namun cerita di dalamnya tetap seru untuk diikuti. 

3. Kelebihan Novel

Novel Winter in Tokyo cover Baru
Novel Winter in Tokyo cover Baru (dok.pribadi/Zoya Wirza)

Sebelum meyakinkan diri membeli ataupun membacanya, berikut adalah beberapa kelebihan novel ini yang bisa dijadikan pertimbangan.

  • Novel ini bisa dibaca secara terpisah. Tidak ada kaitan yang besar antara cerita ini dengan novel-novel dalam seri yang sama. 

  • Novel ini disusun dengan cerita yang mengalir dan ringan, sehingga cocok sebagai teman istirahat.
     
  • Visualisasi tempat bisa digambarkan dengan baik. Penulis mampu menampilkan ciri khas tempat-tempat di Jepang. Ini menandakan adanya riset yang baik dalam penulisan novel. Terkhusus bagi orang-orang yang menyukai latar Jepang, besar kemungkinan novel ini akan terasa menghibur dan mengajak jalan-jalan.

  • Karakter yang muncul terkesan unik dengan ciri khas masing-masing. Misalnya, Keiko yang mudah sekali khawatir. Atau Kazuto yang biasa menjejalkan tangannya di saku celana. 

  • Setiap bagian dibahas dengan rapi. Terkadang juga dituliskan melalui dua sudut pandang antara Keiko dan Kazuto, meski tetap melalui sudut pandang orang ketiga. Ini membantu pembaca untuk mengetahui sudut pandang kedua tokoh, tanpa mengubah diksi cerita menjadi “Aku”. 

  • Cover novel ini memiliki lebih dari satu versi. Namun, secara umum bisa dikatakan baik dan menarik.

4. Kekurangan Novel

Dalam novel, ada banyak imbuhan pada akhiran nama. Misalnya -chan, -san, dan -kun. Bagi pembaca yang belum terbiasa dan mengenal budaya Jepang, mungkin akan bingung dengan perbedaannya. Ada baiknya ditambahkan sedikit informasi di awal cerita sehingga pembaca lebih tahu makna di balik penyebutan imbuhan.

Selain itu, sedikit saran atau catatan mungkin akan ada penggunaan kalimat yang terkesan kurang efektif bagi sebagian pembaca. Namun, hal ini juga bisa disebut sebagai gaya penulis dalam bercerita.  

5. Kesimpulan

Secara umum, cerita ini cocok dibaca oleh remaja. Novel ini mengajarkan arti cinta yang tulus, juga perasaan yang tetap kembali meski tidak bisa dimengerti dan diingat. Selain itu, novel ini juga menunjukkan cinta yang bisa dipupuk perlahan, tidak terburu-buru, namun tetap membekas tanpa adanya adegan yang berlebihan. Novel ini ditutup dengan apik dan memberikan kesan yang tertinggal usai dibaca. 

Nah, dari beberapa penjelasan yang disampaikan di atas terkait review Novel Winter in Tokyo karya Ilana Tan, semiga bisa jadi referensi dan meningkatkan rasa yakin untuk ikut membacanya. Semoga bermanfaat dan disarankan mencari review lain untuk mendapatkan sudut pandang dari berbagai pembaca sebelum benar-benar membeli bukunya.

***

Tentang Penulis

Zoya Wirza, sebuah nama di balik seseorang yang tertarik pada dunia kepenulisan. Menulis adalah kegiatan yang ia usahakan di sela-sela waktunya. Selain itu, bahasa Inggris adalah hal yang ingin ia tekuni akhir-akhir ini. Ia dapat ditemukan di akun Instagramnya dan Wattpadnya @zoya_wirza

Komunitas Ufuk Literasi
Komunitas Ufuk Literasi Aktif menemani pegiat literasi dalam belajar menulis sejak 2020. Menghasilkan belasan buku antologi dan sukses menyelenggarakan puluhan kegiatan menulis yang diikuti ratusan peserta.

Posting Komentar