3 Seniman Autisme Savant dengan Kemampuan yang Mengagumkan
![]() |
| ilustrasi anak sedang bermain dengan ibunya (pixabay.com/Mimzy) |
Savant syndrome dalam spektrum autisme mungkin masih menjadi fenomena yang jarang dipahami masyarakat secara utuh—berangkat dari ketidaktahuan itulah lahir kejutan yang tak terduga. Ketika dunia sibuk menilai dari keterbatasan, mereka menjawab dengan karya yang membuat kita bertanya ulang, ”apakah kita benar-benar tahu apa itu ’kecerdasan’?” Berikut 3 seniman pengidap Autisme Savant dengan karya yang mengagumkan.
1. Stephen Wiltshire
![]() |
| Stephen's Wiltshire (instagram.com/stwiltshire) |
Bahkan, Stephen Wiltshire berhasil menciptakan panorama Tokyo sepanjang 10 meter dalam waktu tujuh hari, setelah sekali melihatnya dari helikopter. Goresan tangannya menangkap ribuan detail arsitektural dengan presisi, matanya bagaikan kamera dan tangannya bagaikan mesin cetak yang mengubah ingatan menjadi karya yang sangat menakjubkan.
2. Alonzo Clemon
![]() |
| Alonzo Clemons (instagram.com/snupod) |
Gumpalan awal tanah liat ditangannya sering disebut “baked potato”, yang mejadi titik awal lahirnya keajaiban. Meskipun IQ-nya sekitar 40, karyanya berbicara dengan kekuatan visual dan emosi yang melampaui kata-kata. Setiap patung yang ia buat bukan sekadar karya seni, melainkan bukti bahwa kejeniusan bisa muncul dalam bentuk yang tak lazim dan menentang stigma.
3. Gilles Trehin
![]() |
| Gilles Trehin (Google.com) |
Melalui karyanya, ia membuktikan kepada dunia bahwa keterbatasan neurologis tidak membatasi kapasitas kreativitas. Imajinasi yang mendalam dan konsistensi dalam berkarya menjadi bukti bahwa neurodiversitas mampu menghasilkan kontribusi seni yang menggugah. Imajinasi dan ketekunannya menghadirkan paradigma baru tentang bagaimana neurodiversitas dapat memperkaya lanskap seni dan budaya.
Di balik tantangan neurologis yang dialami oleh para pengidap autisme, tersimpan kelebihan yang tak ternilai harganya. Sudah saatnya kita berhenti memandang autisme sebagai gangguan semata. Karena pada akhirnya, kecerdasan bukan hanya soal logika atau IQ yang tinggi—tetapi juga tentang imajinasi, ketekunan, dan keberanian untuk menjadi diri sendiri.
***
Referensi
- Medical News Today. (n.d.). Savant syndrome: What it is, symptoms, and links to autism. Diakses dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/savant-syndrome
- Guardian. (2017, May 4). The artist who draws cities from memory. Diakses dari https://www.theguardian.com/cities/2017/may/04/artist-draws-cities-memory-stephen-wiltshire
- ResearchGate. (2011). Panorama drawing of Tokyo after taking one helicopter ride above the city via autistic savant artist. Diakses dari https://www.researchgate.net/figure/Panorama-drawing-of-Tokyo-after-taking-one-helicopter-ride-above-the-city-via-autistic_fig4_235642910
- Times of India. (2023). Meet Stephen Wiltshire, the artist who draws huge cityscapes by memory. Diakses dari https://www.msn.com/en-in/travel/news/meet-stephen-wiltshire-the-artist-who-draws-huge-cityscapes-by-memory/ar-AA1JqtM8
- Wikipedia. (n.d.). Alonzo Clemons. Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Alonzo_Clemons
- Treffert, D. (2007). Alonzo Clemons – Genius Among Us. Wisconsin Medical Society (arsip). Diakses dari https://web.archive.org/web/20071213003539/http://www.wisconsinmedicalsociety.org/savant_syndrome/savant_profiles/alonzo_clemons
- Wikipedia. (n.d.) Gilles Tréhin. Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Gilles_Tr%C3%A9hin
- Popova, Maria. (2012, Februari 16). Urville: An Autistic Savant’s Remarkable Imaginary City, 20 Years in the Making. Diakses dari https://www.themarginalian.org/2012/02/16/urville-gilles-trehin/
***
Tentang Penulis
Mutiara Cintha Pratami merupakan pemuda kelahiran 2007 yang berasal dari Kalimantan Barat. Ia aktif mendedikasikan dirinya dalam dunia literasi dan design digital. Melalui karyanya, Mutiara terus berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk berani berkarya dan berbagi pemikiran positif di berbagai platform media sosial serta literasi.




Posting Komentar